Pematangsiantar – Perubahan Iklim Eropa Selatan tengah menghadapi gelombang panas hebat yang memicu kebakaran hutan terparah dalam beberapa dekade terakhir.
Di Spanyol, kebakaran telah menghanguskan lebih dari 344.000 hektar, menyentuh rekor kedua terbakar terburuk dalam dua dekade terakhir
Delapan belas hari berturut-turut dilanda panas ekstrem, dengan suhu menyentuh 45°C, memperparah kondisi kering dan mudah terbakar
Periode tersebut dibandingkan dengan fenomena iklim ekstrem masa lalu, yang kini semakin sering terjadi sebagai dampak perubahan iklim.
Portugal juga terdampak parah: lebih dari 216.000 hektar terbakar hingga kini, dengan korban jiwa dilaporkan.
Kebakaran juga merebak di negara seperti Yunani, Italia, Prancis, dan Turki—menambah dimensi regional dalam krisis ini.
Badan Meteorologi Prancis menyatakan wilayah tertentu, termasuk Aude, berada dalam status siaga merah akibat kombinasi panas ekstrem dan angin kering.
Di Portugal, hingga dua pertiga daratan di bawah siaga kebakaran sangat tinggi, dengan mobilisasi besar petugas dan armada.
WMO menghubungkan langsung peningkatan frekuensi kebakaran dengan pemanasan global, yang meningkatkan kejadian gelombang panas dan kekeringan panjang.
Spanyol menyaksikan rekor mobilisasi, termasuk lebih dari 3.000 tentara dan puluhan pesawat pemadam yang dikerahkan.

Baca Juga : Istri Trump Titip Surat Pribadi ke Putin
Efek gelombang panas tidak hanya memburuk kebakaran tapi juga menghambat upaya pemadaman dengan asap tebal yang menyulitkan intervensi udara.
Uni Eropa telah mengaktifkan mekanisme proteksi sipil sebanyak 16 kali, tahun ini, rekor tertinggi.
Negara-negara tetangga seperti Prancis, Jerman, Slovakia, dan Belanda turut mengirim bantuan, termasuk armada pemadam dan perlengkapan.
Total luas kebakaran hutan di Eropa diperkirakan mencapai >410.000 hektar sepanjang 2025, mencakup berbagai negara Eropa Selatan.
Dampak kesehatan juga serius: lebih dari 2.300 orang meninggal akibat gelombang panas musim panas ini, menurut riset awal dari Imperial College London.
Gelombang panas juga mencetak rekor suhu laut yang tinggi di Mediterania, memperparah kondisi kekeringan.
Evakuasi juga terjadi di wilayah warisan dunia seperti Las Médulas di Spanyol dan kawasan pesisir Yunani.
Perubahan iklim membuat musim kebakaran lebih
